Tuesday, August 3, 2010

Ancaman Kesehatan di Balik Sendal Jepit

Dibandingkan dengan sepatu hak tinggi, sandal jepit memang nyaman dikenakan sebagai alas kaki sehari-hari. Tapi, siapa sangka, sandal jepit menyimpan bahaya bagi kesehatan.
Para ahli memeringatkan, penggunaan sandal jepit dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko terjadinya pergeseran tulang kering dan nyeri sendi. Keluhan paling sering muncul akibat penggunaa nsandal jepit antara lain pergelangan kaki bengkok.
Para ahli mengatakan, sandal jepit memaksa pemakainya mengubah cara melangkah dan memberi tekanan lebih di bagian luar kaki, daripada tumit. Akibatnya, dalam jangka panjang, kaki akan mengalami kerusakan. Disamping itu, sandal jepit menyimpan risiko cedera serius saat pemakainya tersandung.

Wednesday, January 13, 2010

Robot Asimo "The Most Smart Robotic"


Asimo (ashimo) adalah Robot Humanoid (Robot yang sangat menyerupai manusia). ASIMO dilahirkan pada 31 Oktober 2000 dari hasil program R&D robotik Honda yang didirikan pada 1986. Dipimpin oleh Mr. Masato Hirose, Senior Chief Engineer of the Wako Research Institute, Honda R&D Co., Ltd., Dengan tinggi 130 Centimeter dan berat 54 Kilogram, Penampilan robot ini menyerupai seorang astronot dengan baju astronotnya yang membawa ransel. ASIMO dapat berjalan dengan dua kaki dengan gaya berjalan dan berlari yang menyerupai manusia hingga dengan kecepatan 6 kilometer per jam jika berlari serta kemampuan berjalan dengan kecepatan 2,7 kilometer per jam. ASIMO diciptakan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Honda Pusat Penelitian Teknik Fundamental Wako di Jepang. Model yang sekarang merupakan versi sebelas, semenjak dimulainya proyek ASIMO pada 1986.

Nama Asimo itu sendiri sebenarnya adalah singkatan dari "Advanced Step in Innovative MObility"(Langkah besar dalam pergerakan inovatif). Dan dalam bahasa Jepang, pelafalan "ashimo" bisa berarti "kaki juga". Asimo dedesain dengan berbagai kemampuan impresif sehingga membuatnya mampu melakukan tugas-tugas dan bekerja sesuai dengan kehidupan sehari-hari manusia. Asimo bisa begerak menirukan gesture yang mirip dengan manusia karena dilengkapi dengan teknologi I-Walk. Salah satu kelebihan teknologi I-Walk ini adalah mampu membuat gerakan-gerakan robot menjadi lentur hingga mirip gerakan manusia. Asimo bisa berjalan secara natural dan memiliki kemampuan asitipasi gerak yang dibutuhkan untuk menghindari halangan dijalan. Dengan system control dan keseimbangan yang dimilikinya. Asimo bisa menggerakan tubuhnya dengan luwes dan cukup stabil..
Badan Asimo dibuat dari Magnesium Alloy yang dilapisi dengan resin plastik yang membuat Asimo kuat namun ringan.

Untuk membantu pemiliknya mengetahui kondisi Asimo , Ia dilengkapi dengan indikator berupa nyala lampu. Hijau: Mode hemat energi, Putih: Siap beroperasi, Merah: Siap Berjalan.

Asimo bisa dikendalikan PC, pengontrol nirkabel (bentuknya seperti joystick), gerakan, dan perintah suara. Asimo bisa mengenali dan bereaksi terhadap beberapa gerakan tangan dan tubuh. Jadi kita bisa memerintah Asimo tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kalau kita mau Asimo bergerak ke suatu arah, kita bisa menunjukkan tangan kita ke suatu tempat. Asimo akan kemudian mengikuti perintah tersebut. . Sedangkan perilaku komunikasi jarak jauh yang dilakukannya, dimungkinkan berkat adanya teknologi Integrated Circuit Card (kartu IC). Kartu ini bisa menyimpan data pemegang kartu dan berinteraksi dengan sistem sensor Asimo sehingga robot putih itu mampu mengenali informasi penting manusia . Sebagai sumber energinya, asimo memakai baterei Lithium-Ion (Li-ion) dengan tegangan 51.8 volt dan dapat digunakan selama satu jam untuk sekali isi baterei. Baterei ini diletakkan di tas punggung Asimo dan memiliki berat sekitar 13 pound

Asimo menggunakan apa yang disebut servo motors atau motor servo. Motor servo adalah motor berukuran kecil tapi besar kekuatannya. Motor ini mengatur kerja persendian robot Asimo. Motor ini juga yang membuat gerakan Asimo tepat sasaran. Asimo mempunyai 34 motor servo. Letaknya di bagian badan, lengan, tangan, kaki, dan pergelangan kaki.

Panca Indra Asimo Asimo bisa mengerti keadaan sekitarnya. Itu karena ada banyak data tentang benda, warna, bentuk, dan ukuran yang sudah diprogram ke memori si robot Asimo. Satu hal kelebihan Asimo adalah, ia bisa mengenali wajah kita. Tentu saja fotomu harus dimasukkan dalam program Asimo dulu. Meski robot, Asimo juga punya indra perasa. Meski tidak seperti manusia. Ada sensor tekanan di pergelangan tangan Asimo. Sensor ini membuat Asimo tahu harus menggunakan kekuatan sebesar apa untuk mengangkat nampan, memberikan kita kertas atau buku, atau menjabat tangan kita. Kecepatan jalan ambil membawa benda 1,6 km/jam. kecepatan lari memutar 5 km/jam.

Dalam hal menggerakkan kaki, Asimo tidak hanya mampu berjalan maju, mundur serta naik atau turun tapi Ia juga bisa bergerak dalam pola lingkaran. Selain kemampuan untuk mendeteksi dan mengenali benda-benda diam dan bergerak serta membawa benda, Asimo kini mampu menuntun kereta belanja. Berkat sistem sensor tegangan pada pergelangan tangannya, Asimo dapat menyesuaikan kekuatan dorong kedua lengannya dan menjaga jarak standar dari benda yang dibawanya. Sedangkan berdasarkan informasi dari penggabungan fungsi kamera yang ada di kepalanya dan sistem sensor tegangan di pergelangan tangannya, memungkinkan ia memberi dan menerima sebuah benda. Bahkan dengan teknologi sensor tegangan, Asimo juga dapat memegang tangan manusia untuk memandu jalan mereka atau jalan bergandengan tangan dengan manusia.

Penampilan robot asimo yang memukau mata public dunia ini khususnya diIndonesia. Sekaligus menunjukan kemajuan teknologi robotika saat ini. Para ahli jepang memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk bisa mengembangkan robot cerdas tersebut. Sementara itu, Indonesia belum juga dapat menghasilkan sebuah teknologi robotika sekelas asimo. Hingga kini Indonesia baru sampai pada taraf perancangan robot-robot cerdas sederhana seperti diperlihatkan dalam beberapa kali kontes robot cerdas yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, memeng masih jauh tertinggal. Namun demikian bukan berarti Indonesia tak mampu mengembangkan teknologi robotika tersebut. Terbukti dalam beberapa kali kontes robot tingkat Intenasional Tim robotika Indonesia mampu menampilkan hasil rancangannya yang terbaik bahkan menjuarainya, Jadi bukan mustahil jika suatu saat nanti Indonesia bisa menghasilkan robot-robot cerdas yang mempunyai kualitas secanggih Asimo.

Wednesday, December 16, 2009

Ada juga loh... Robot buatan anak bangsa Indonesia

PT Dirgantara Indonesia, Bandung
Sebuah karya anak bangsa yang mengagumkan dipersembahkan ITB untuk negara. Quadrotor, robot terbang yang dikembangkan dari pesawat tanpa awak dipertunjukkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Robot terbang yang dilengkapi kamera dan pengendali jarak jauh ini telah meraih banyak penghargaan internasional.


Mungkin masih terngiang, sebuah robot pengintai yang dipakai polisi untuk mengetahui isi rumah di Dusun Beji, Temanggung. Sambil mengangkut kamera, robot tersebut menyusup masuk untuk memantau penghuni rumah. Teknologi robotik sebenarnya sudah lama digunakan di dunia militer. Peranan robot memang cukup membantu kalangan militer untuk melakukan aktivitas militernya.
Tak hanya robot darat yang dipakai untuk aktivitas militer, robot terbang pun kini mulai digunakan. Pakar aeronautika ITB, Judojono Kartidjo berhasil membuat robot terbang tanpa awak.
Robot yang dibuat Judojono ini mampu mengintai daerah di luar jangkauan kita. Robot terbang ini diberi nama quadrotor, karena memiliki empat baling-baling. Saat ini, robot tersebut siap diproduksi massal dan dipergunakan sesuai dengan kepentingan pengguna.
Quadrotor Type 1 mampu terbang ke segala arah. Dengan panjang dan lebar tidak lebih dari satu meter, robot ini mampu mengudara tanpa landasan, seperti helikopter. Robot ini juga mampu terbang dan bergerak vertikal dan horisontal.
Robot tipe ini terbuat dari alumunium ringan yang tia ujungnya terdapat satu buah rotor dan modul elektronik untuk menggerakkan motornya. Sekali mengudara, robot ini bisa terbang hingga 50 km. Kamera kontrol atau pengintai diletakkan di bagian tengah untuk merekam objek yang menjadi sasaran.
Walaupun masih berbentuk prototipe, namun robot ini sudah menunjukkan keunggulannya. Dengan tenaga baterai, robot ini mampu beroperasi hingga setengah jam. Menurut Judojono, robot ini merupakan pengembangan dari pesawat nirawak yang telah ia rancang lebih dari lima tahun lalu.
Robot ini tahun lalu mendapatkan penghargaan sebagai rancangan terbaik dalam kompetisi robot korea. Pesawat tanpa awak memiliki kelebihan yakni stabilitas di udara Quadrotor juga dilengkapi sensor terhadap benda di sekitarnya. Oleh karena itu, robot ini tidak khawatir menabrak dinding.