PT Dirgantara Indonesia, Bandung
Sebuah karya anak bangsa yang mengagumkan dipersembahkan ITB untuk negara. Quadrotor, robot terbang yang dikembangkan dari pesawat tanpa awak dipertunjukkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Robot terbang yang dilengkapi kamera dan pengendali jarak jauh ini telah meraih banyak penghargaan internasional.
Mungkin masih terngiang, sebuah robot pengintai yang dipakai polisi untuk mengetahui isi rumah di Dusun Beji, Temanggung. Sambil mengangkut kamera, robot tersebut menyusup masuk untuk memantau penghuni rumah. Teknologi robotik sebenarnya sudah lama digunakan di dunia militer. Peranan robot memang cukup membantu kalangan militer untuk melakukan aktivitas militernya.
Tak hanya robot darat yang dipakai untuk aktivitas militer, robot terbang pun kini mulai digunakan. Pakar aeronautika ITB, Judojono Kartidjo berhasil membuat robot terbang tanpa awak.
Robot yang dibuat Judojono ini mampu mengintai daerah di luar jangkauan kita. Robot terbang ini diberi nama quadrotor, karena memiliki empat baling-baling. Saat ini, robot tersebut siap diproduksi massal dan dipergunakan sesuai dengan kepentingan pengguna.
Quadrotor Type 1 mampu terbang ke segala arah. Dengan panjang dan lebar tidak lebih dari satu meter, robot ini mampu mengudara tanpa landasan, seperti helikopter. Robot ini juga mampu terbang dan bergerak vertikal dan horisontal.
Robot tipe ini terbuat dari alumunium ringan yang tia ujungnya terdapat satu buah rotor dan modul elektronik untuk menggerakkan motornya. Sekali mengudara, robot ini bisa terbang hingga 50 km. Kamera kontrol atau pengintai diletakkan di bagian tengah untuk merekam objek yang menjadi sasaran.
Walaupun masih berbentuk prototipe, namun robot ini sudah menunjukkan keunggulannya. Dengan tenaga baterai, robot ini mampu beroperasi hingga setengah jam. Menurut Judojono, robot ini merupakan pengembangan dari pesawat nirawak yang telah ia rancang lebih dari lima tahun lalu.
Robot ini tahun lalu mendapatkan penghargaan sebagai rancangan terbaik dalam kompetisi robot korea. Pesawat tanpa awak memiliki kelebihan yakni stabilitas di udara Quadrotor juga dilengkapi sensor terhadap benda di sekitarnya. Oleh karena itu, robot ini tidak khawatir menabrak dinding.
Sebuah karya anak bangsa yang mengagumkan dipersembahkan ITB untuk negara. Quadrotor, robot terbang yang dikembangkan dari pesawat tanpa awak dipertunjukkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Robot terbang yang dilengkapi kamera dan pengendali jarak jauh ini telah meraih banyak penghargaan internasional.
Mungkin masih terngiang, sebuah robot pengintai yang dipakai polisi untuk mengetahui isi rumah di Dusun Beji, Temanggung. Sambil mengangkut kamera, robot tersebut menyusup masuk untuk memantau penghuni rumah. Teknologi robotik sebenarnya sudah lama digunakan di dunia militer. Peranan robot memang cukup membantu kalangan militer untuk melakukan aktivitas militernya.
Tak hanya robot darat yang dipakai untuk aktivitas militer, robot terbang pun kini mulai digunakan. Pakar aeronautika ITB, Judojono Kartidjo berhasil membuat robot terbang tanpa awak.
Robot yang dibuat Judojono ini mampu mengintai daerah di luar jangkauan kita. Robot terbang ini diberi nama quadrotor, karena memiliki empat baling-baling. Saat ini, robot tersebut siap diproduksi massal dan dipergunakan sesuai dengan kepentingan pengguna.
Quadrotor Type 1 mampu terbang ke segala arah. Dengan panjang dan lebar tidak lebih dari satu meter, robot ini mampu mengudara tanpa landasan, seperti helikopter. Robot ini juga mampu terbang dan bergerak vertikal dan horisontal.
Robot tipe ini terbuat dari alumunium ringan yang tia ujungnya terdapat satu buah rotor dan modul elektronik untuk menggerakkan motornya. Sekali mengudara, robot ini bisa terbang hingga 50 km. Kamera kontrol atau pengintai diletakkan di bagian tengah untuk merekam objek yang menjadi sasaran.
Walaupun masih berbentuk prototipe, namun robot ini sudah menunjukkan keunggulannya. Dengan tenaga baterai, robot ini mampu beroperasi hingga setengah jam. Menurut Judojono, robot ini merupakan pengembangan dari pesawat nirawak yang telah ia rancang lebih dari lima tahun lalu.
Robot ini tahun lalu mendapatkan penghargaan sebagai rancangan terbaik dalam kompetisi robot korea. Pesawat tanpa awak memiliki kelebihan yakni stabilitas di udara Quadrotor juga dilengkapi sensor terhadap benda di sekitarnya. Oleh karena itu, robot ini tidak khawatir menabrak dinding.
menurut kami robot di indonesia sudah lumayan maju..
ReplyDeleteKuereennz banget blognya. .
ReplyDeletemudah-mudahan dapet nilai bagus dari p. Adit .